AR-SB4 · 3 SKS

Sistem Bangunan 4

Integrated Building Systems

Mempelajari koordinasi dan integrasi berbagai sistem bangunan ke dalam desain arsitektur, meliputi arsitektur, struktur, envelope, mekanikal, elektrikal, plumbing, fire safety, vertical transportation, serta ruang servis.

SYSTEM → COORDINATE → INTEGRATE → RESOLVE → DOCUMENT
Semester
Semester 4
Credits
3 SKS
Core Question
How can different building systems work together as one architectural system?
01 / JOURNEY

Learning Journey

SB 4 bergerak dari pemahaman hubungan antar sistem, kemudian integrasi, penyelesaian konflik, hingga dokumentasi bangunan yang terkoordinasi.

01

COORDINATE

Understanding Relationships

Mahasiswa memahami hubungan spasial dan teknis antara berbagai sistem yang membentuk sebuah bangunan.

MEETINGS 01–04
02

INTEGRATE

Systems Working Together

Mahasiswa mengintegrasikan struktur, envelope, MEP, fire safety, dan sistem utilitas ke dalam desain.

MEETINGS 05–08
03

RESOLVE

Solving Conflicts

Mahasiswa menemukan dan menyelesaikan konflik antar sistem melalui koordinasi ruang dan teknis.

MEETINGS 09–12
04

DOCUMENT

Integrated Building Documentation

Mahasiswa menerjemahkan hasil koordinasi menjadi gambar, diagram, section, dan dokumentasi sistem bangunan.

MEETINGS 13–16
02 / CURRICULUM

16 Meetings

Materi disusun berdasarkan prinsip bahwa sistem bangunan tidak bekerja secara terpisah. Setiap keputusan arsitektur mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sistem lainnya.

01
COORDINATE

Building as an Integrated System

Mengapa sebuah bangunan harus dipahami sebagai satu sistem?
Integrated building Architectural system Structural system Environmental system MEP Building coordination
ACTIVITY
Membuat system map sebuah bangunan dan mengidentifikasi hubungan antar sistem.
02
COORDINATE

System Coordination

Bagaimana berbagai sistem berbagi ruang yang sama?
Architecture Structure Envelope MEP Service zone Coordination
ACTIVITY
Menganalisis konflik spasial antara elemen arsitektur dan sistem bangunan.
03
COORDINATE

Spatial Requirements of Building Systems

Berapa ruang yang dibutuhkan oleh sistem bangunan?
Shaft Ceiling void Plant room Service room Equipment space Maintenance space
ACTIVITY
Membuat service-space diagram berdasarkan kebutuhan sistem.
04
COORDINATE

Vertical & Horizontal Distribution

Bagaimana sistem bergerak melalui bangunan?
Vertical riser Horizontal distribution Service corridor Shaft Ceiling distribution Core
ACTIVITY
Membuat diagram distribusi vertikal dan horizontal sistem.
05
INTEGRATE

Mechanical Systems Integration

Bagaimana sistem mekanikal mempengaruhi ruang arsitektur?
HVAC Air distribution Equipment Duct Plant room Thermal zoning
ACTIVITY
Menyusun konsep integrasi HVAC dengan denah dan ceiling.
06
INTEGRATE

Electrical & Lighting Integration

Bagaimana kebutuhan energi dan pencahayaan diintegrasikan?
Electrical distribution Panel Lighting Power Cable route Electrical room
ACTIVITY
Membuat diagram sederhana distribusi listrik dan lighting.
07
INTEGRATE

Plumbing & Water Systems Integration

Bagaimana air bergerak melalui bangunan?
Clean water Wastewater Rainwater Drainage Pump Water tank Shaft
ACTIVITY
Membuat plumbing diagram dari sumber hingga titik penggunaan dan pembuangan.
08
INTEGRATE

UTS — Building Systems Coordination

Bagaimana berbagai sistem dapat dikoordinasikan dalam satu desain?
Architecture Structure MEP Service zone System diagram Coordination
ACTIVITY
Presentasi koordinasi sistem bangunan pada sebuah studi kasus.
09
RESOLVE

Fire Safety Systems

Bagaimana keselamatan kebakaran mempengaruhi organisasi bangunan?
Fire compartment Fire detection Fire suppression Fire escape Emergency route Fire access
ACTIVITY
Menganalisis hubungan fire safety dengan layout, core dan circulation.
10
RESOLVE

Vertical Transportation

Bagaimana manusia dan servis bergerak secara vertikal?
Stair Lift Service lift Escalator Vertical circulation Accessibility
ACTIVITY
Menyusun konsep vertical transportation dan hubungannya dengan core.
11
RESOLVE

The Building Core

Bagaimana core menjadi pusat integrasi bangunan?
Core Stair Lift Riser MEP Fire safety Structure
ACTIVITY
Menganalisis dan merancang konfigurasi core berdasarkan kebutuhan bangunan.
12
RESOLVE

Service & Technical Spaces

Bagaimana ruang teknis diintegrasikan tanpa mengganggu kualitas arsitektur?
Plant room Service corridor Maintenance Equipment Access Technical space
ACTIVITY
Mengembangkan zoning ruang teknis dan akses maintenance.
13
DOCUMENT

Clash & Conflict Resolution

Bagaimana menemukan dan menyelesaikan konflik antar sistem?
Clash Hard clash Soft clash Spatial conflict System priority Resolution
ACTIVITY
Menganalisis beberapa konflik sistem dan mengembangkan solusi koordinasinya.
14
DOCUMENT

Integrated Building Section

Mengapa potongan menjadi alat penting dalam koordinasi sistem?
Building section Floor-to-floor Ceiling void Structure MEP Envelope Vertical coordination
ACTIVITY
Membuat integrated building section yang menunjukkan hubungan antar sistem.
15
DOCUMENT

Integrated Building Documentation

Bagaimana hasil koordinasi dikomunikasikan secara jelas?
System plan Section Diagram Detail Legend Coordination drawing
ACTIVITY
Menyusun paket dokumentasi terintegrasi untuk sebuah proyek.
16
DOCUMENT

UAS — Integrated Building System Proposal

Bagaimana seluruh sistem bekerja sebagai satu kesatuan?
Integrated system Architecture Structure MEP Fire safety Core Documentation
ACTIVITY
Presentasi final integrated building system proposal.
03 / OUTCOMES

Learning Outcomes

Pada akhir SB 4 mahasiswa mampu melihat bangunan sebagai sistem yang saling terkoordinasi dan mampu mengambil keputusan integrasi pada tingkat desain.

LO-01

System Thinking

Mampu memahami bangunan sebagai kumpulan sistem yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.

LO-02

Coordination

Mampu mengidentifikasi kebutuhan ruang dan hubungan antar sistem bangunan.

LO-03

Integration

Mampu mengintegrasikan arsitektur, struktur, envelope, MEP, fire safety, dan circulation.

LO-04

Conflict Resolution

Mampu mengidentifikasi konflik antar sistem dan merumuskan alternatif penyelesaiannya.

LO-05

Documentation

Mampu mengkomunikasikan sistem bangunan melalui drawing, diagram, section, dan dokumentasi terkoordinasi.

04 / METHOD

Integrated Design Process

SB 4 menggunakan pendekatan system thinking: identifikasi sistem, koordinasi, integrasi, resolusi, dan dokumentasi.

SYSTEM
Mengidentifikasi sistem yang dibutuhkan bangunan
COORDINATE
Memetakan hubungan ruang, struktur, envelope, dan utilitas
INTEGRATE
Menggabungkan berbagai sistem dalam satu konfigurasi
RESOLVE
Menyelesaikan konflik spasial dan teknis
DOCUMENT
Menerjemahkan hasil koordinasi menjadi dokumentasi
05 / ASSESSMENT

Assessment

Penilaian berfokus pada kemampuan koordinasi dan integrasi, bukan sekadar kemampuan menggambar sistem utilitas.

Building System Mapping
10%
System Coordination Exercise
15%
MEP Integration Exercise
10%
UTS — Building Systems Coordination
20%
Integrated Building Section
15%
UAS — Integrated Building System Proposal
30%